Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Entri Populer
Minggu, 21 Oktober 2012
Senin, 21 Mei 2012
PULANG KAMPUANG
Ini adalah disaat beberapa jam mama dan papa berangkat ke negri rantau demi mencari hidup, jemari ini menari kian kemari membujuku untuk bercerita, otakku menerawang ke masa dulu dimana aku tak pedulikan semua yang aku punya, karna aku merasa itu memang pantas untuk ku miliki, tapi sekarang tidak, semua berbeda, aku tlah rasakan sunyinya tanpa mereka yang jauh, hampa dikala bercerita tak bertatap muka, dan betapa berharganya kebersamaan ini...
Hari ini aku tersenyum riang tak terkira, wajahku menggambarkan kabar bahagia, aku segera mengetik tombol2 hp ku, dan menunggu beberapa detik berharap sapaan lembut dari suara perempuan yang sangat aku sayang di ujung sana. Tapi mungkin tidak sekarang waktunya aku memberi tau kabar bahagia ini, karna suara rentetan nada di balik sana tak kunjung jua berganti dengan sapaan lembut ibunda.. akhirnya aku menyerah, mungkin saja beliau sedang sibuk mengurusi anak- anak yang sedang asik meminta berbagi ilmu :D
Dan ini adalah hari esok dari hari kemaren, aku memandangi hp yang tengah aku genggam dengan tangan kanan ku, aku menatap lama ke salah satu kontak yang tak asing lagi untuk mataku ini, sedetik kemudian aku tersenyum terbayang kisah- kisah yang telah ku rencanakan dari kemaren, kali ini aku tak bisa menahan lagi jempol tangan kananku menekan tombol panggil tanpa ragu sedikitpun, rentetan nadapun bergulir ditelingaku, sapaan lembut itu akhirnya memecahkan gelisahku, dengan setengah bereriak gembira bibir ini berucap “ ma besok aku pulang :D” bahagia pun menyelimuti wajahku sepanjang hari, rasa tak sabar memaksaku untuk segera pulang...
Tak ku biarkan hari ini berganti, karna aku tak rela menyia- nyiakan waktu yang berharga ini, ku beranikan diri ini untuk pulang sekarang juga, walau nanti malam akan menjemputku, awalnya gelap ini menggelisahkanku, tapi sesaat kemudian gelap ini bersuara, kata- kata yang terlontar sangat bersahabat dengan senyuman di tengah- tengah hitam, hanya lampu- lampu jalan yang silih berganti menerangi wajah yang mulai lelah diterpa angin, mobil kotak hitam ini melaju kencang seolah tau akan kerinduan hati ini kepada mereka papa dan mama, aku berada di tengah- tengah mereka, disis kananku terdapat teman perempuanku yang sedang sibuk menggenggam hpnya, ia terus saja memandangi layarnya sambil sesekali tersenyum tipis kepadanya, disisi kiriku terdapat seorang pria muda yang tengah mencingkuk kedinginan, aku menjaga jarak dengannya bukan untuk apa- apa, hanya saja aku tak nyaman dengan kedekatan itu. Dan tiga orang di belakangku berceloteh tanpa henti, ingin meramaikan malam itu,,,
02.00 am , 17 mei 2012, mataku mulai resah mencari tau keberadaanku, otak ku mulai menerka- nerka ini dimana?, suara lelaki di depan ku memaksa ku untuk terus berfikir, “disini disini saja pak” suara ku keras setengah berteriak kepada lelaki didepanku yang sedang menggenggam erat setir bulatnya, ia menepikan mobil yang ku tumpangi secepat mungkin, ku genggam ganggang pintu mobil ini dengan mata yang tertuju kepada dua orang yang sedang berlari mengejarku, aku tersenyum sekarang dipikiran ku hanya dapat di gambarkan dengan satu kata yaitu “BAHAGIA”
I MISS MY MAM AND MY DAD SO MUCH...... :*
Selasa, 24 April 2012
Baca Aku Cokro
Dia adalah seorang lelaki jawa tulen yang berbicara dengan bahasa indonesia berlogat jawa yang sangat modus, atau mungkin bisa dibilang bahasa jawa yang dipaksakan menjadi bahasa indonesia, atau kebalikannya, oh sudahlah. Dia bernama Cokro, ia sekrang tengah menjalani studinya di sebuah universitas negri ternama di Sumatra Barat.
"aku jurusan sistem informasi, semester 6" ucapnya dengan medok jawa disana sini kepada ku.
Aku menutup mulut berusaha menyembunyikan senyumku yang ingin meledak setelah mendengar kata demi kata yang meluncur dari bibirnya yang merah, dan sedikit agak tebal. Aku sungguh terkagum- kagum padanya bercampur dengan rasa iri, asal tau saja jurusan yang ia diami saat ini dulu sempat menjadi impianku, tapi sayang memang, aku tak dapat melanjutkan cita- cita sesaat ku itu.
"jadi kamu penyuka kopi juga toh?" ucap cokro kepadaku masih dengan logat jawa yang kental, sekental kopi yang ia pegangi sejak dari tadi.
Aku hanya tersenyum memandanginya sambil membuat gerakan kepala keatas dan kebawah agak beberapakali, menandakan iya.
"apa kamu tidak takut dengan efek dari kopi?ntar giginya item- item piye?"sekarang ia memandangiku dengan senyuman yang melebar hingga tampak semua gigi depannya yang putih dan tersusun rapi, aku sempat berfikir apa dia seseorang pemerhati kesehatan gigi yang baik, hingga dari senyumnya tak tampak ia seorang penggila kopi kronis.
"piye toh mas, mas..? mas saja kan juga sangat suka kopi, masih punya gigi yang bagus toh? mengapa aku harus takut? hehe" aku berusaha mengimbangi bahasa jawanya dengan bahasa jawaku yang bercampur logat minang karna memang aku berasal dari keluarga minang, yang sehari- hari berbicara dengan bahasa minang, jadi agak sulit bagiku unuk menghilangkan logat minangku yang sudah mendarah daging.
"aku jurusan sistem informasi, semester 6" ucapnya dengan medok jawa disana sini kepada ku.
Aku menutup mulut berusaha menyembunyikan senyumku yang ingin meledak setelah mendengar kata demi kata yang meluncur dari bibirnya yang merah, dan sedikit agak tebal. Aku sungguh terkagum- kagum padanya bercampur dengan rasa iri, asal tau saja jurusan yang ia diami saat ini dulu sempat menjadi impianku, tapi sayang memang, aku tak dapat melanjutkan cita- cita sesaat ku itu.
"jadi kamu penyuka kopi juga toh?" ucap cokro kepadaku masih dengan logat jawa yang kental, sekental kopi yang ia pegangi sejak dari tadi.
Aku hanya tersenyum memandanginya sambil membuat gerakan kepala keatas dan kebawah agak beberapakali, menandakan iya.
"apa kamu tidak takut dengan efek dari kopi?ntar giginya item- item piye?"sekarang ia memandangiku dengan senyuman yang melebar hingga tampak semua gigi depannya yang putih dan tersusun rapi, aku sempat berfikir apa dia seseorang pemerhati kesehatan gigi yang baik, hingga dari senyumnya tak tampak ia seorang penggila kopi kronis.
"piye toh mas, mas..? mas saja kan juga sangat suka kopi, masih punya gigi yang bagus toh? mengapa aku harus takut? hehe" aku berusaha mengimbangi bahasa jawanya dengan bahasa jawaku yang bercampur logat minang karna memang aku berasal dari keluarga minang, yang sehari- hari berbicara dengan bahasa minang, jadi agak sulit bagiku unuk menghilangkan logat minangku yang sudah mendarah daging.
Selasa, 03 April 2012
Nasibku !!!
Lagi-lagi aku melihat senyuman itu, senyum yang mulanya biasa saja terlihat luar biasa di wajahnya dengan mata yang menyipit efek dari senyumnya sedari tadi. Aku yakin sekali, kali ini ia telah menerima kabar yang menyenangkan hatinya, tapi membuatku gusar dan slalu menduga- duga, apakah hal yang menyenangkan itu takkan berimbas kepadaku? Aku mulai khawatir dengan nasibku. Perlahan- lahan aku mulai menenangkan diri dan meyakinkan diriku akan baik- baik saja setelah menerima kabar yang menyenangkan untuknya dan menghancurkan hatiku, aku kuat ya Allah, aku yakin ini yang terbaik.....
Sudah kuduga bila ia tak menghampiriku seperti biasa di ruangan dengan lorong- lorong buku yang penuh debu ini berarti akan ada hal buruk yang menimpaku, aku terus menatapnya berharap ia melihat kearah ku dan membagi sedikit senyumnya kepadaku, ku tunggu ia menghampiriku mengabarkan kebaikan kepadaku, tapi tidak, ia berjalan dari pintu penuh cahay itu kearahku, dan pura- pura tak melihatku. Aku sudah menduga itu !!!!!
Sudah kuduga bila ia tak menghampiriku seperti biasa di ruangan dengan lorong- lorong buku yang penuh debu ini berarti akan ada hal buruk yang menimpaku, aku terus menatapnya berharap ia melihat kearah ku dan membagi sedikit senyumnya kepadaku, ku tunggu ia menghampiriku mengabarkan kebaikan kepadaku, tapi tidak, ia berjalan dari pintu penuh cahay itu kearahku, dan pura- pura tak melihatku. Aku sudah menduga itu !!!!!
Senin, 19 Maret 2012
Tulisan dari Pinggiran Sesaat...
Terserah ini kesialan atau kebetulan tetap saja menyedihkan, bayangkan saja seseorang yang telah berjuang dengan sungguh- sungguh tapi tetap gugur di saat dia tidak bisa “bapandai-pandai” aku jelas tidak tau dan tidak ingin tau istilah ini berasal darimana, tapi yang pasti mulai saat ini aku menyatakan perang dengan nya!!!
sungguh aku bukan tipe perempuan yang bisa “bapandai- pandai”, Ini jujujr!. Sudah lama aku mengetahui kata- kata ini, bahkan memperhatikan dan mencari tau tentangnya, tapi tetap saja aku tak bisa mengakrabkan diri dengan nya, bukan karna aku yang terlalu sombong dan angkuh hingga tak layak untuk nya, tetapi karna memang pribadinya yang tak cocok dengan ku. Walau sering kali aku menekan egoku untuk tetap mendekatinya berharap ia membuka diri untukku dan mungkin menjadi sejoli yang tak terpisahkan, tapi kini tidak lagi aku tlah membiarkannya menguap dengan sejuta kekecewaan ku terhadapnya!
bapandai- pandai u are my everything :)
Senin, 05 Maret 2012
Dalam 17 Menit
Eh, mentang- mentang anak guru soknya minta ampun! Senyum miring dari bibirnya terlihat jelas dan berjalan lurus hingga sampai di tempat yang tidak semestinya.
Kenapa sih?kenapa harus slalu cari masalah?ha?
Sombong...baru juga itu! Kali ini matanya beradu dengan mataku yang memendam amarah.
Ssshhhhhh...sudahlah!
Sudah apanya? Dasar anak mami.. katanya menjadi- jadi mengoyak- ngoyak kesabaran ku.
Sshhhh, * aku pergi dengan bersungut- sungut
***
waktu pun menjelang, aku masih merasakan situasi itu, merasakan sungut yang menjadi- jadi dalam diriku. Tatapan antagonis itu, ocehan antagonis itu, masih terdengar jelas dan fasih dalam ingatan, terucap tapi tak terkata walau aku tau sesungguhnya dia ingin menyatu dalam duniaku dengan caranya yang antagonis, dan dia berhasil!! setiap saat dia slalu ada dalam pikiranku walau dalam perannya yang antagonis. Kini tak bisa dipungkiri aku kehilangan nya, aku merindukan perhatian antagonis nya, kelakuan antagonisnya, dan mulai saat ini kuputuskan dia menjadi salah satu teman terbaik yang kurindukan
Sabtu, 25 Februari 2012
SATU detik !!
satu detik, kabar yang malanda duniaku, dan merubah seluruh kondisi hatiku. Satu detik kemudian nyawa sudah sampai ditenggorokan. Waktu itu adakalanya aku bermimpi di dalam mimpi, namun keadaan ini menjadi lebih parah, sekarang aku mengenal kata patah hati, perasaan yang mengikatku dengan segala keperkasaannya, sungguh sesak.
aku bukan tipe perempuan yang dengan mudah pulih, tapi, saat ini aku kecewa, kecewa bukan karna dia bahagia dengan segala kesenangannya, juga bukan karna aku cemburu dengan apa yang telah membuat dia bahagia, tapi, lebih karena disepelekan dan dia tak mengerti semua yang telah aku mengerti untuknya.
seperti impian didalam mimpiku, sore ini kudapati hujan tengah membasahiku, kurentangkan kedua tangan ku lebar- lebar. aku menengadah dan kepada langit aku katakan : mungkin sekarang aku mendapati diri dengan mata mengerinyit menatap kedepan, tapi berbalik kebelakangpun aku tak sudi.
Berbaringlah dan kuhadapkan pandangan lurus ke atas dan kurasakan betapa luasnya duniaku..
kupejamkan mataku, lalu tersenyumlah , kurasakan hingga senyumku menembus gelap hatiku, perlahan dan terus hingga senyum itu bukan lagi keterpaksaan melainkan ketulusan hati ....
indah bukan,??
aku bukan tipe perempuan yang dengan mudah pulih, tapi, saat ini aku kecewa, kecewa bukan karna dia bahagia dengan segala kesenangannya, juga bukan karna aku cemburu dengan apa yang telah membuat dia bahagia, tapi, lebih karena disepelekan dan dia tak mengerti semua yang telah aku mengerti untuknya.
seperti impian didalam mimpiku, sore ini kudapati hujan tengah membasahiku, kurentangkan kedua tangan ku lebar- lebar. aku menengadah dan kepada langit aku katakan : mungkin sekarang aku mendapati diri dengan mata mengerinyit menatap kedepan, tapi berbalik kebelakangpun aku tak sudi.
Berbaringlah dan kuhadapkan pandangan lurus ke atas dan kurasakan betapa luasnya duniaku..
kupejamkan mataku, lalu tersenyumlah , kurasakan hingga senyumku menembus gelap hatiku, perlahan dan terus hingga senyum itu bukan lagi keterpaksaan melainkan ketulusan hati ....
indah bukan,??
Sabtu, 18 Februari 2012
Jika aku salah maka tegurlah aku
Ia seperti acuh tak acuh, pandai sekali menyembunyikan kepeduliannya terhadap ku, tapi sepandai apapun ia sembunyikan , setiap orang tau itu, hanya aku ! hanya aku yang tak mengerti dengan sikapnya. Jika aku salah maka tegurlah aku.
Masih menjadi misteri bagiku mengapa sampai saat ini masih saja ia bertahan dengan keangkuhannya, atau mungkin memang hanya aku yang merasakan kesalahpahaman ini, aihhh serasa malu dan semacam kesedihan.
tapi semacam apapun ia sembunyikan aku merasakan kalau itu semua hanya untukku, untuk ku seorang dan bukan orang lain, haha.. atau memang mungkin aku yang menjaga agar itu bukan untuk orang lain selain aku???ohh sudahlah, yang jelas itu semua untukku, titik
meski tak terkatakan semoga ia tau, senyum ini untuk ia yang membuat ku serasa menumbuhkan sayap di bawah ketiakku, dan beberapa waktu kemudian akan timbul sungut kebencian dari raut wajahku, MENGAPA????? Mengapa harus seperti ini????? Jika aku yang salah maka maafkanlah.
atmosfer persaingan dari lubuk hati smakin terasa, walau silih berganti tapi, sungguh di sayangkan persaingan ini hanya aku yang rasa, aku bersaing dengan “nya” tanpa sepengetahuan”nya”, atau mungkin memang aku tlah kalah sebelum berperang! aku memohon, jika lampu jalan itu memanggil ia, maka jangan hiraukan lampu jalanan itu, langkahkan kaki mu secepat mungkin ke arahku !!!
Belum terang kota ini, aku tlah berucap “ aku menyerah”
tapi jika lampu jalanan itu hanya sebagai penerang jalanmu untuk menujuku, maka...
aku percaya gemerlapnya sungguh goyahkan mu..
Masih menjadi misteri bagiku mengapa sampai saat ini masih saja ia bertahan dengan keangkuhannya, atau mungkin memang hanya aku yang merasakan kesalahpahaman ini, aihhh serasa malu dan semacam kesedihan.
tapi semacam apapun ia sembunyikan aku merasakan kalau itu semua hanya untukku, untuk ku seorang dan bukan orang lain, haha.. atau memang mungkin aku yang menjaga agar itu bukan untuk orang lain selain aku???ohh sudahlah, yang jelas itu semua untukku, titik
meski tak terkatakan semoga ia tau, senyum ini untuk ia yang membuat ku serasa menumbuhkan sayap di bawah ketiakku, dan beberapa waktu kemudian akan timbul sungut kebencian dari raut wajahku, MENGAPA????? Mengapa harus seperti ini????? Jika aku yang salah maka maafkanlah.
atmosfer persaingan dari lubuk hati smakin terasa, walau silih berganti tapi, sungguh di sayangkan persaingan ini hanya aku yang rasa, aku bersaing dengan “nya” tanpa sepengetahuan”nya”, atau mungkin memang aku tlah kalah sebelum berperang! aku memohon, jika lampu jalan itu memanggil ia, maka jangan hiraukan lampu jalanan itu, langkahkan kaki mu secepat mungkin ke arahku !!!
Belum terang kota ini, aku tlah berucap “ aku menyerah”
tapi jika lampu jalanan itu hanya sebagai penerang jalanmu untuk menujuku, maka...
aku percaya gemerlapnya sungguh goyahkan mu..
Jumat, 10 Februari 2012
Berjanji dan Menyesal
Hey kau perempuan yang tersenyum ke arah ku dengan sejuta kesedihan yang membelenggu,,
apalagi yang kau sakiti? setiap kali menatap dengan mata yang di samarkan dari rintihan hati,
luka yang menganga di hati mu tlah mencabik- cabik tawa mu yang riang,
kini hanya kabut hitam yang membayangi pancaran tawamu.
menunggu kapan kau bisa bangkit, dan menghapus segala gundah itu, mustahil !!!
kau begitu lemah dengan pikiran mu,
kau terlalu jauh untuk bisa ku gapai,,
menangislah sekuat mu, agar mereka menghampiri mu,
berteriaklah.....dengan bercucuran air mata, hingga datang yang mengasihimu.
tidak...
mereka takkan datang melihatmu begitu,
takkan ada yang bersungguh-sungguh, percayalah...
akan ku usir dan kubersihkan sgala sakit dari mu,
aku bersumpah, tidakkah kau tau arti dari sumpah ku?
apalagi yang kau sakiti? setiap kali menatap dengan mata yang di samarkan dari rintihan hati,
luka yang menganga di hati mu tlah mencabik- cabik tawa mu yang riang,
kini hanya kabut hitam yang membayangi pancaran tawamu.
menunggu kapan kau bisa bangkit, dan menghapus segala gundah itu, mustahil !!!
kau begitu lemah dengan pikiran mu,
kau terlalu jauh untuk bisa ku gapai,,
menangislah sekuat mu, agar mereka menghampiri mu,
berteriaklah.....dengan bercucuran air mata, hingga datang yang mengasihimu.
tidak...
mereka takkan datang melihatmu begitu,
takkan ada yang bersungguh-sungguh, percayalah...
akan ku usir dan kubersihkan sgala sakit dari mu,
aku bersumpah, tidakkah kau tau arti dari sumpah ku?
Selasa, 24 Januari 2012
It's KBM time
Pokoknya terserah kalian mau tak mau kalian harus ikut berpatisipasi dalam acara ini, buktikan kalau kalian bisa menghargai senior- senior kalian, kata salah satu senior kampusku. Dia mengedarkan pandangan nya kearah kami.
Tapi bang, bagaimana kalo kami berhalangan untuk mengikuti acara itu bang??dengan ragu- ragu salah satu teman ku memberanikan diri mengangkat tangannya.
Bagi kalian yang berhalangan untuk ikut silahkan kalian buat KTI dan hari selasa dikumpulkan. kata si abang yang maju mendekat kearah kami.Tradisi turun temurun di kampus ku, senior harus mengadakan KBM, agar bisa menjalin kekompakan antar sesama mahasiswa yang baru masuk
dengan senior yang telah lebih dulu, dan juga untuk mebaktikan diri ke
masyarakat bersama- sama.
Sudah seminggu dari diumumkannya acara KBM, hanya tinggal 2 hari lagi untuk sampai di hari keberangkatan, kami akan mengadakan KBM di aie angek, yang terletak di bawah kaki gunung merapi dan semangatku untuk mengikuti acara KBM ini selalu saja pasang surut, dalam waktu sedetik dapat berubah untuk tidak ikut.
Masih dengan keputusan untuk tidak ikut, tiba- tiba salah satu temanku berkata " bagaimana kalo nanti kita malah di hukum lebih parah lagi?? lebih baik kita pergi" dan akhirnya kami sepakat untuk pergi saja, dengan semangat yang tidak menggebu- gebu kami mulai mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa kesana.
21 januari 2012, jam13.30 kami semua sudah berkumpul di kampus untuk pergi menuju lokasi KBM, aku suka dan benci dengan keberangkatan ini, benci kenapa KBM harus dilaksanakan sekarang disaat kuliah ku sedang padat-padatnya, tapi aku selalu senang dengan acara seperti ini. Setelah di pikir-pikir aku siap berlelah-lelah daripada melewatkan acara KBM ini :).
Sesampai disana kulitku mulai menampakkan reaksinya terhadap udara disana, aku memang tidak terbiasa dengan udara dingin disana, angin yang berhembus silih berganti dan udara yang dingin menusuk sampai ke tulangku, kulit ku langsung berubah kering dan sedikit gatal disana-sini. tapi aku selalu terpesona melihat pemandangan alam disana, kami berada di kaki gunung merapi dan di suguhi keindahan gunung singgalang yang elok.
Jarum pendek jam tangan ku menunjuk ke angka 6 dan jarum panjangnya mengarah ke angka 2, kami di kumpulkan di pekarangan rumah kosong, untuk menuju kesana aku harus berlelah- lelah dulu mendaki tangga yang amat tinggi dan sempit, sesampai disana suasana mulai berubah beberapa orang menampakan ketakutannya menatap rumah kosong tersebut, rumah itu menang tampak sudah lama tak dihuni, atap- atapnya sudah banyak yang terbuka dan tumbuhan sudah menyerbu masuk kedalam rumah.
Aaaaaaaaaa....haaa..kyaaa...haaa. seketika terdengar teriakan dari salah satu juniorku di kampus, dia berteriak histeris dan meronta- ronta dalam pelukan teman- temannya. kami bergegas mengerubunginya seperti semut menemukan gula, ia terus meronta dan berteriak membuat semua orang menjadi panik.
Ada apa ini, tolong angkat dia kesini, jangan panik, jangan takut. Suara panitia yang ikut dalam kerubungan itu menenangkan, beberapa saat kemudian suasana mulai mereda kami segera di pindah tempatkan ke tempat yang lebih tinggi, dengan lapangan yang luas, di sana telah terdapat kemah- kemah yang berdiri mengelilingi lapangan tersebut menghadap ke arah gunung singgalang, sungguh mempesona, sesaat kejadian tadi sempat hilang dari pikiran ku, ketakutan berubah menjadi kekaguman ku terhadap pemandangan alam ini, subhanallah....
Malam itu semua panitia menjadi panitia siaga yang siap antar dan menjaga kami kemanapun kami pergi. Selesai sholat magrib berjamaah, kami di kumpulkan di tengah- tengah lapangan dan mengantri untuk mengambil makanan, dengan sebuah piring, gelas, dan sendok di tanganku, akupun ikut dalam antrian tersebut dengan semangat dan candaan bersama- teman- teman.
Jam sepuluh malam kami semua masuk kedalam kemah masing- masing setelah acara pembukaan usai. malam itu sungguh sangat dingin sekali, angin sepoi-sepoi membuat aku menggigil dalam balutan jaket dan kain tipis aku gelisah tak bisa tidur didalam kemah, tenaga ku terkuras habis menahan dingin ini, malam itu terasa sangat panjang, aku hanya memejamkan mata dengan telinga masih mendengar suara disana-sini. Tiba- tiba tubuhku terasa kaku dan tak dapat digerakan, aku semakin takut dengan pikiran- pikiran ku, suara ku tiba-tiba saja hilang untuk beberapa saat, nafas ku terengah- engah berusaha untuk bergerak, didalam hati aku sibuk berkomat-kamit membacakan ayat kursi, sungguh aku tak dapat bergerak, untunglah ini tak berlangsung lama, setelah terbebas dari keadaan itu aku memeluk teman sebelah ku sekuat tenaga menghilangkan ketakutan- ketakutan ku.
Bangunnn...bangun,,,, suara triakan dari luar kemah membangunkan ku, kami segera berkumpul di lapangan untuk pergi sholat subuh, kami semua sholat berjamah di musholla tak jauh dari perkemahan kami, hanya saja jalan menuju sana sangat terjal kami harus menuruni tangga setapak yang terbuat dari tanah dengan semak belukar disana-sini.
Air disana panas tidak sedingin udaranya, terasa nyaman sekali membasahi wajahku, ingin rasanya berlama- lama membasahi wajah, tapi sederetan antrian panjang membuat ku harus bergegas untuk menyudahi kenyamanan ini,.
Jam 10 aku dan teman- teman yang telah di bagi beberapa kelompok mulai menyusuri bukit, persawahan dan ladang dengan segenap semangat dan wajah yang tampak sangat berseri. Kami melakukan hiking, melewati posko pertama kami di suruh jalan jongkok agak beberapa meter, tapi dengan kekompakan kami untuk berbuat curang jalan jongkok berubah menjadi larian cepat di saat senior penjaga posko membelakangi kami. Posko pertama tlah kami lewati dan beberapa saat kemudian datanglah posko ke 2 menghadang, aku dan anggota kelompok disuruh berbaris rapi di dalam semak belukar, disana kami harus membuat nama- nama semua senior panitia yang di selingi pertanyaan- pertanyaan mengejutkan yang membuat jantung kami semua berdetak lebih kencang lagi, setelah terbebas dari posko 2 aku dan kelompokku melanjutkan perjalanan menuju posko 3, di sepanjang jalan kami sibuk beramah tamah dengan petani yang sedang sibuk mengurusi ladangnya. orang di sana sangat ramah tamah, sapaan kami di balas dengan senyuman dan anggukan yang tulus. beberapa ada yang menawarkan hasil ladang nya untuk kami bawa. :D
Heeyyyyy...kalian yang baru datang berbaris disini, cepattttttttttt.... !!!!. suara itu mengejutkan ku, aku segera berlari kearaah suara itu dan cepat- cepat membuat barisan, tampak- kakak- kakak di depan ku berbisik- bisik dengan mata yang mengawasi kami satu- persatu, dengan kata yang terbata- bata dan senyuman di bibir, mereka menyuruh kami semua untuk masuk kedalam lumpur kerbau yang sangat bau itu, dengan tampang pasrah, aku ikhlas dan sabar menjalani perintah kakak- kakak itu kami semua seperti pisang yang celupkan kedalam coklat dengan bau busuk yang menyengat...dan akhirnya itu menjadi posko terakhir yang kami lewati.
Dengan senyuman dan hati riang gembira akhirnya sampailah kami di perkemahan, aku segera mengambil peralatan mandi dan baju ganti, berjalan dengan tergesa- gesa ke pemandian umum, takut kalau nanti waktu mandi habis, kami semua di batasi waktu mandi karena warga disana juga menggunakan tempat mandi umum yang kami gunakan. ini kali pertamanya aku mandi di pemandian seperti ini, di sana terdapat beberapa air pincuran dan kolam besar yang memanjang, air nya yang hangat membuat ku betah berlama- lama berada di dalamnya. Sembari mandi kami semua di tugasi untuk membersihkan pemandian umum itu. dengan perlatan gundar di tangan kami mulai membersihkan pemandian umum tersebut dengan sabun colek yang membusa.
Sore itu kami di kumpulkan di tengah lapangan kami disiapkan untuk mengisi acara malam keakraban yang akan di adakan malam ini. Semua anggota kelompokku sibuk mengeluarkan ide masing- masing agar menjadi juara dalam tampilan nanti malam, kami berlatih dengan semangat dan di selingi candaan dan celoteh lucu dari mereka. Adzan magrib menghentikan semua kegiatan kami, semua bergegas ke kemah masing- masing bersiap untuk sholat jamaah bersama.
Angin semakin menampakan kekuatannya, berhembus kesana kemari dengan dinginnya yang tiada tara, satu persatu peserta KBM pun tumbang, mereka menangis menahan dingin dan kaki yang keram, ada juga yang sesak nafas, dan hampir semua peserta jatuh sakit di bawa ke tenda utama untuk di obati, aku menjadi salah satu diantara orang yang sakit itu, aku tak tahan dengan dingin yang menusuk ke tulangku, gigiku berdentang-dentang dengan cepat seluruh tubuh ku gemetaran aku di papah memasuki tenda dan segera di lumuri minyak yang berbau tidak begitu menyengat kaki dan tangan ku di gosok dengan minyak tersebut hingga aku terlelap dalam tidur.
Aaaaaaaaaaaaaaaaa.......aaaaaaaaaaa....aaa.....jangan ganggu aku... triakan suara itu membuat ku terkejut, tapi itu tak mengurungkankan niatku untuk melanjutkan tidur, tiba- tiba tubuh ku terasa berguncang salah satu senior membangunkan dan menyuruhku untuk cepat- cepat pindah ke tenda utama, melihat ku tergopoh- gopoh keluar dari tenda teman- teman ku segera berlari ke arah ku dan membawa ku ke tengah lapangan duduk mengelilingi api unggun, di tengah lapangan itu aku di selimuti kain- kain dan jaket sehingga angin dingin tak dapat lagi menemukan kulit ku. orang- orang sibuk berbisik- bisik menceritakan kesurupan yang barusan terjadi. tapi aku tak peduli dengan itu semua, tubuhku terlalu letih untuk memikirkan hal itu.
Tiba- tiba suara triakan semakin banyak mendarat di telinga ku, aku yang sedang tertidur di tenda utama segera melayangkan pandanganku kearah triakan- triakan itu tampak 2 orang teman setenda ku sedang meronta- ronta dan berteriak histeris. mereka di pegangi oleh beberapa senior panitia. "Ppanaaaaassss..panasssss, takut...... takut......aaaaaaapanas...aaaaa.. " kombinasi dari kedua suara teman ku itu membuat gaduh dan membangunkan semua orang yang berada disana, hingga semua kami yang berada di tenda utama diungsikan ke musholla terdekat.
Langit tlah berubah cerah, matahari tlah memancarkan sinarnya, semua kegelapan tlah hilang, pagi ini semuanya tlah membaik, kami semua kembali ke perkemahan dan sarapan dengan lontong dan air panas yang menghangatkan tubuh, sehabis sarapan semua sibuk bersiap- siap untuk pulang kegitan kami tidak lagi dilanjutkan melihat kondisi dari semua perserta KBM yang tak memungkin kan lagi, hanya kegiatan ramah tamah antar senior dan junior sampai jam 10, setelah itu kami menunggu bis yang akan mengantarkan kami kembali ke padang.
Ini sudah jam 1 siang, tapi bis yang kami tunggu- tunggu belum juga tampak dari ujung pembelokan sana, tiba- tiba panitia berlari kearah kami dan mengumumkan kalau bus yang akan kami tumpangi terkena macet. wajah lelah dan letih dari peserta tampak semakin kecewa, mereka berkomat kamit mengomentari bus dan jalanan yang macet, hingga jam 4.30 sore datang berderet- deret mobil angkutan kecil, semua mobil berjumlah 14 mobil, kami semua menyerbu menaiki mobil tersebut, tubuh lelah ku segera menduduki mobil kecil yang sesak itu, kami duduk berdempet-dempetan, tapi tak ada yang berani berkomentar, hanya senyuman dan harapan cepat sampai di padang.
Sudah seminggu dari diumumkannya acara KBM, hanya tinggal 2 hari lagi untuk sampai di hari keberangkatan, kami akan mengadakan KBM di aie angek, yang terletak di bawah kaki gunung merapi dan semangatku untuk mengikuti acara KBM ini selalu saja pasang surut, dalam waktu sedetik dapat berubah untuk tidak ikut.
Masih dengan keputusan untuk tidak ikut, tiba- tiba salah satu temanku berkata " bagaimana kalo nanti kita malah di hukum lebih parah lagi?? lebih baik kita pergi" dan akhirnya kami sepakat untuk pergi saja, dengan semangat yang tidak menggebu- gebu kami mulai mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa kesana.
21 januari 2012, jam13.30 kami semua sudah berkumpul di kampus untuk pergi menuju lokasi KBM, aku suka dan benci dengan keberangkatan ini, benci kenapa KBM harus dilaksanakan sekarang disaat kuliah ku sedang padat-padatnya, tapi aku selalu senang dengan acara seperti ini. Setelah di pikir-pikir aku siap berlelah-lelah daripada melewatkan acara KBM ini :).
Sesampai disana kulitku mulai menampakkan reaksinya terhadap udara disana, aku memang tidak terbiasa dengan udara dingin disana, angin yang berhembus silih berganti dan udara yang dingin menusuk sampai ke tulangku, kulit ku langsung berubah kering dan sedikit gatal disana-sini. tapi aku selalu terpesona melihat pemandangan alam disana, kami berada di kaki gunung merapi dan di suguhi keindahan gunung singgalang yang elok.
Jarum pendek jam tangan ku menunjuk ke angka 6 dan jarum panjangnya mengarah ke angka 2, kami di kumpulkan di pekarangan rumah kosong, untuk menuju kesana aku harus berlelah- lelah dulu mendaki tangga yang amat tinggi dan sempit, sesampai disana suasana mulai berubah beberapa orang menampakan ketakutannya menatap rumah kosong tersebut, rumah itu menang tampak sudah lama tak dihuni, atap- atapnya sudah banyak yang terbuka dan tumbuhan sudah menyerbu masuk kedalam rumah.
Aaaaaaaaaa....haaa..kyaaa...haaa. seketika terdengar teriakan dari salah satu juniorku di kampus, dia berteriak histeris dan meronta- ronta dalam pelukan teman- temannya. kami bergegas mengerubunginya seperti semut menemukan gula, ia terus meronta dan berteriak membuat semua orang menjadi panik.
Ada apa ini, tolong angkat dia kesini, jangan panik, jangan takut. Suara panitia yang ikut dalam kerubungan itu menenangkan, beberapa saat kemudian suasana mulai mereda kami segera di pindah tempatkan ke tempat yang lebih tinggi, dengan lapangan yang luas, di sana telah terdapat kemah- kemah yang berdiri mengelilingi lapangan tersebut menghadap ke arah gunung singgalang, sungguh mempesona, sesaat kejadian tadi sempat hilang dari pikiran ku, ketakutan berubah menjadi kekaguman ku terhadap pemandangan alam ini, subhanallah....
Malam itu semua panitia menjadi panitia siaga yang siap antar dan menjaga kami kemanapun kami pergi. Selesai sholat magrib berjamaah, kami di kumpulkan di tengah- tengah lapangan dan mengantri untuk mengambil makanan, dengan sebuah piring, gelas, dan sendok di tanganku, akupun ikut dalam antrian tersebut dengan semangat dan candaan bersama- teman- teman.
Jam sepuluh malam kami semua masuk kedalam kemah masing- masing setelah acara pembukaan usai. malam itu sungguh sangat dingin sekali, angin sepoi-sepoi membuat aku menggigil dalam balutan jaket dan kain tipis aku gelisah tak bisa tidur didalam kemah, tenaga ku terkuras habis menahan dingin ini, malam itu terasa sangat panjang, aku hanya memejamkan mata dengan telinga masih mendengar suara disana-sini. Tiba- tiba tubuhku terasa kaku dan tak dapat digerakan, aku semakin takut dengan pikiran- pikiran ku, suara ku tiba-tiba saja hilang untuk beberapa saat, nafas ku terengah- engah berusaha untuk bergerak, didalam hati aku sibuk berkomat-kamit membacakan ayat kursi, sungguh aku tak dapat bergerak, untunglah ini tak berlangsung lama, setelah terbebas dari keadaan itu aku memeluk teman sebelah ku sekuat tenaga menghilangkan ketakutan- ketakutan ku.
Bangunnn...bangun,,,, suara triakan dari luar kemah membangunkan ku, kami segera berkumpul di lapangan untuk pergi sholat subuh, kami semua sholat berjamah di musholla tak jauh dari perkemahan kami, hanya saja jalan menuju sana sangat terjal kami harus menuruni tangga setapak yang terbuat dari tanah dengan semak belukar disana-sini.
Air disana panas tidak sedingin udaranya, terasa nyaman sekali membasahi wajahku, ingin rasanya berlama- lama membasahi wajah, tapi sederetan antrian panjang membuat ku harus bergegas untuk menyudahi kenyamanan ini,.
Jam 10 aku dan teman- teman yang telah di bagi beberapa kelompok mulai menyusuri bukit, persawahan dan ladang dengan segenap semangat dan wajah yang tampak sangat berseri. Kami melakukan hiking, melewati posko pertama kami di suruh jalan jongkok agak beberapa meter, tapi dengan kekompakan kami untuk berbuat curang jalan jongkok berubah menjadi larian cepat di saat senior penjaga posko membelakangi kami. Posko pertama tlah kami lewati dan beberapa saat kemudian datanglah posko ke 2 menghadang, aku dan anggota kelompok disuruh berbaris rapi di dalam semak belukar, disana kami harus membuat nama- nama semua senior panitia yang di selingi pertanyaan- pertanyaan mengejutkan yang membuat jantung kami semua berdetak lebih kencang lagi, setelah terbebas dari posko 2 aku dan kelompokku melanjutkan perjalanan menuju posko 3, di sepanjang jalan kami sibuk beramah tamah dengan petani yang sedang sibuk mengurusi ladangnya. orang di sana sangat ramah tamah, sapaan kami di balas dengan senyuman dan anggukan yang tulus. beberapa ada yang menawarkan hasil ladang nya untuk kami bawa. :D
Heeyyyyy...kalian yang baru datang berbaris disini, cepattttttttttt.... !!!!. suara itu mengejutkan ku, aku segera berlari kearaah suara itu dan cepat- cepat membuat barisan, tampak- kakak- kakak di depan ku berbisik- bisik dengan mata yang mengawasi kami satu- persatu, dengan kata yang terbata- bata dan senyuman di bibir, mereka menyuruh kami semua untuk masuk kedalam lumpur kerbau yang sangat bau itu, dengan tampang pasrah, aku ikhlas dan sabar menjalani perintah kakak- kakak itu kami semua seperti pisang yang celupkan kedalam coklat dengan bau busuk yang menyengat...dan akhirnya itu menjadi posko terakhir yang kami lewati.
Dengan senyuman dan hati riang gembira akhirnya sampailah kami di perkemahan, aku segera mengambil peralatan mandi dan baju ganti, berjalan dengan tergesa- gesa ke pemandian umum, takut kalau nanti waktu mandi habis, kami semua di batasi waktu mandi karena warga disana juga menggunakan tempat mandi umum yang kami gunakan. ini kali pertamanya aku mandi di pemandian seperti ini, di sana terdapat beberapa air pincuran dan kolam besar yang memanjang, air nya yang hangat membuat ku betah berlama- lama berada di dalamnya. Sembari mandi kami semua di tugasi untuk membersihkan pemandian umum itu. dengan perlatan gundar di tangan kami mulai membersihkan pemandian umum tersebut dengan sabun colek yang membusa.
Sore itu kami di kumpulkan di tengah lapangan kami disiapkan untuk mengisi acara malam keakraban yang akan di adakan malam ini. Semua anggota kelompokku sibuk mengeluarkan ide masing- masing agar menjadi juara dalam tampilan nanti malam, kami berlatih dengan semangat dan di selingi candaan dan celoteh lucu dari mereka. Adzan magrib menghentikan semua kegiatan kami, semua bergegas ke kemah masing- masing bersiap untuk sholat jamaah bersama.
Angin semakin menampakan kekuatannya, berhembus kesana kemari dengan dinginnya yang tiada tara, satu persatu peserta KBM pun tumbang, mereka menangis menahan dingin dan kaki yang keram, ada juga yang sesak nafas, dan hampir semua peserta jatuh sakit di bawa ke tenda utama untuk di obati, aku menjadi salah satu diantara orang yang sakit itu, aku tak tahan dengan dingin yang menusuk ke tulangku, gigiku berdentang-dentang dengan cepat seluruh tubuh ku gemetaran aku di papah memasuki tenda dan segera di lumuri minyak yang berbau tidak begitu menyengat kaki dan tangan ku di gosok dengan minyak tersebut hingga aku terlelap dalam tidur.
Aaaaaaaaaaaaaaaaa.......aaaaaaaaaaa....aaa.....jangan ganggu aku... triakan suara itu membuat ku terkejut, tapi itu tak mengurungkankan niatku untuk melanjutkan tidur, tiba- tiba tubuh ku terasa berguncang salah satu senior membangunkan dan menyuruhku untuk cepat- cepat pindah ke tenda utama, melihat ku tergopoh- gopoh keluar dari tenda teman- teman ku segera berlari ke arah ku dan membawa ku ke tengah lapangan duduk mengelilingi api unggun, di tengah lapangan itu aku di selimuti kain- kain dan jaket sehingga angin dingin tak dapat lagi menemukan kulit ku. orang- orang sibuk berbisik- bisik menceritakan kesurupan yang barusan terjadi. tapi aku tak peduli dengan itu semua, tubuhku terlalu letih untuk memikirkan hal itu.
Tiba- tiba suara triakan semakin banyak mendarat di telinga ku, aku yang sedang tertidur di tenda utama segera melayangkan pandanganku kearah triakan- triakan itu tampak 2 orang teman setenda ku sedang meronta- ronta dan berteriak histeris. mereka di pegangi oleh beberapa senior panitia. "Ppanaaaaassss..panasssss, takut...... takut......aaaaaaapanas...aaaaa.. " kombinasi dari kedua suara teman ku itu membuat gaduh dan membangunkan semua orang yang berada disana, hingga semua kami yang berada di tenda utama diungsikan ke musholla terdekat.
Langit tlah berubah cerah, matahari tlah memancarkan sinarnya, semua kegelapan tlah hilang, pagi ini semuanya tlah membaik, kami semua kembali ke perkemahan dan sarapan dengan lontong dan air panas yang menghangatkan tubuh, sehabis sarapan semua sibuk bersiap- siap untuk pulang kegitan kami tidak lagi dilanjutkan melihat kondisi dari semua perserta KBM yang tak memungkin kan lagi, hanya kegiatan ramah tamah antar senior dan junior sampai jam 10, setelah itu kami menunggu bis yang akan mengantarkan kami kembali ke padang.
Ini sudah jam 1 siang, tapi bis yang kami tunggu- tunggu belum juga tampak dari ujung pembelokan sana, tiba- tiba panitia berlari kearah kami dan mengumumkan kalau bus yang akan kami tumpangi terkena macet. wajah lelah dan letih dari peserta tampak semakin kecewa, mereka berkomat kamit mengomentari bus dan jalanan yang macet, hingga jam 4.30 sore datang berderet- deret mobil angkutan kecil, semua mobil berjumlah 14 mobil, kami semua menyerbu menaiki mobil tersebut, tubuh lelah ku segera menduduki mobil kecil yang sesak itu, kami duduk berdempet-dempetan, tapi tak ada yang berani berkomentar, hanya senyuman dan harapan cepat sampai di padang.
Langganan:
Postingan (Atom)
