satu detik, kabar yang malanda duniaku, dan merubah seluruh kondisi hatiku. Satu detik kemudian nyawa sudah sampai ditenggorokan. Waktu itu adakalanya aku bermimpi di dalam mimpi, namun keadaan ini menjadi lebih parah, sekarang aku mengenal kata patah hati, perasaan yang mengikatku dengan segala keperkasaannya, sungguh sesak.
aku bukan tipe perempuan yang dengan mudah pulih, tapi, saat ini aku kecewa, kecewa bukan karna dia bahagia dengan segala kesenangannya, juga bukan karna aku cemburu dengan apa yang telah membuat dia bahagia, tapi, lebih karena disepelekan dan dia tak mengerti semua yang telah aku mengerti untuknya.
seperti impian didalam mimpiku, sore ini kudapati hujan tengah membasahiku, kurentangkan kedua tangan ku lebar- lebar. aku menengadah dan kepada langit aku katakan : mungkin sekarang aku mendapati diri dengan mata mengerinyit menatap kedepan, tapi berbalik kebelakangpun aku tak sudi.
Berbaringlah dan kuhadapkan pandangan lurus ke atas dan kurasakan betapa luasnya duniaku..
kupejamkan mataku, lalu tersenyumlah , kurasakan hingga senyumku menembus gelap hatiku, perlahan dan terus hingga senyum itu bukan lagi keterpaksaan melainkan ketulusan hati ....
indah bukan,??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar