Entri Populer

Sabtu, 25 Februari 2012

SATU detik !!

satu detik, kabar yang malanda duniaku, dan merubah seluruh kondisi hatiku. Satu detik kemudian nyawa sudah sampai ditenggorokan. Waktu itu adakalanya aku bermimpi di dalam mimpi, namun keadaan ini menjadi lebih parah, sekarang aku mengenal kata patah hati, perasaan yang mengikatku dengan segala keperkasaannya, sungguh sesak.

aku bukan tipe perempuan yang dengan mudah pulih,  tapi, saat ini aku kecewa, kecewa bukan karna dia bahagia dengan segala kesenangannya, juga bukan karna aku cemburu dengan apa yang telah membuat dia bahagia, tapi, lebih karena disepelekan dan dia tak mengerti semua yang telah aku mengerti untuknya.

seperti impian didalam mimpiku, sore ini kudapati hujan tengah membasahiku, kurentangkan kedua tangan ku lebar- lebar. aku menengadah dan kepada langit aku katakan  : mungkin sekarang aku mendapati diri dengan mata mengerinyit menatap kedepan, tapi berbalik kebelakangpun aku tak sudi.

Berbaringlah dan kuhadapkan pandangan lurus ke atas dan kurasakan betapa luasnya duniaku..
kupejamkan mataku, lalu tersenyumlah , kurasakan hingga senyumku menembus gelap hatiku, perlahan dan terus hingga senyum itu bukan lagi keterpaksaan melainkan ketulusan hati ....

indah bukan,??



Sabtu, 18 Februari 2012

Jika aku salah maka tegurlah aku

Ia seperti acuh tak acuh, pandai sekali menyembunyikan kepeduliannya terhadap ku, tapi sepandai apapun ia sembunyikan , setiap orang tau itu, hanya aku ! hanya aku yang tak mengerti dengan sikapnya.  Jika aku salah maka tegurlah aku.

Masih menjadi misteri bagiku mengapa sampai saat ini masih saja ia bertahan dengan keangkuhannya, atau mungkin memang hanya aku yang merasakan kesalahpahaman ini, aihhh serasa malu dan semacam kesedihan.

tapi semacam apapun ia sembunyikan aku merasakan kalau itu semua hanya untukku, untuk ku seorang dan bukan orang lain, haha.. atau memang mungkin aku yang menjaga agar itu bukan untuk orang lain selain aku???ohh sudahlah, yang jelas itu semua untukku, titik

meski tak terkatakan semoga ia tau, senyum ini untuk ia yang membuat ku serasa menumbuhkan sayap di bawah ketiakku, dan beberapa waktu kemudian akan timbul sungut kebencian dari raut wajahku, MENGAPA????? Mengapa harus seperti ini????? Jika aku yang salah maka maafkanlah.

atmosfer persaingan dari lubuk hati smakin terasa, walau silih berganti  tapi, sungguh di sayangkan persaingan ini hanya aku yang rasa, aku bersaing dengan “nya”  tanpa sepengetahuan”nya”, atau mungkin memang aku tlah kalah sebelum berperang! aku memohon, jika lampu jalan itu memanggil ia, maka jangan hiraukan lampu jalanan itu, langkahkan kaki mu secepat mungkin ke arahku !!!

Belum terang kota ini, aku tlah berucap “ aku menyerah”
tapi jika lampu jalanan itu hanya sebagai penerang jalanmu untuk menujuku, maka...
aku percaya gemerlapnya sungguh goyahkan mu..

Jumat, 10 Februari 2012

Berjanji dan Menyesal

Hey kau perempuan yang tersenyum ke arah ku dengan sejuta kesedihan yang membelenggu,,
apalagi yang kau sakiti? setiap kali menatap dengan mata yang di samarkan dari rintihan hati,
luka yang menganga di hati mu tlah mencabik- cabik tawa mu yang riang,
kini hanya kabut hitam yang membayangi pancaran tawamu.

menunggu kapan kau bisa bangkit, dan menghapus segala gundah itu, mustahil !!!
kau begitu lemah dengan pikiran mu,
kau terlalu jauh untuk bisa ku gapai,,
menangislah sekuat mu, agar mereka menghampiri mu,
berteriaklah.....dengan bercucuran air mata, hingga datang yang mengasihimu.

tidak...
mereka takkan datang melihatmu begitu,
takkan ada yang bersungguh-sungguh, percayalah...
akan ku usir dan kubersihkan sgala sakit dari mu,
aku bersumpah, tidakkah kau tau arti dari sumpah ku?