Hey kau perempuan yang tersenyum ke arah ku dengan sejuta kesedihan yang membelenggu,,
apalagi yang kau sakiti? setiap kali menatap dengan mata yang di samarkan dari rintihan hati,
luka yang menganga di hati mu tlah mencabik- cabik tawa mu yang riang,
kini hanya kabut hitam yang membayangi pancaran tawamu.
menunggu kapan kau bisa bangkit, dan menghapus segala gundah itu, mustahil !!!
kau begitu lemah dengan pikiran mu,
kau terlalu jauh untuk bisa ku gapai,,
menangislah sekuat mu, agar mereka menghampiri mu,
berteriaklah.....dengan bercucuran air mata, hingga datang yang mengasihimu.
tidak...
mereka takkan datang melihatmu begitu,
takkan ada yang bersungguh-sungguh, percayalah...
akan ku usir dan kubersihkan sgala sakit dari mu,
aku bersumpah, tidakkah kau tau arti dari sumpah ku?
apalagi yang kau sakiti? setiap kali menatap dengan mata yang di samarkan dari rintihan hati,
luka yang menganga di hati mu tlah mencabik- cabik tawa mu yang riang,
kini hanya kabut hitam yang membayangi pancaran tawamu.
menunggu kapan kau bisa bangkit, dan menghapus segala gundah itu, mustahil !!!
kau begitu lemah dengan pikiran mu,
kau terlalu jauh untuk bisa ku gapai,,
menangislah sekuat mu, agar mereka menghampiri mu,
berteriaklah.....dengan bercucuran air mata, hingga datang yang mengasihimu.
tidak...
mereka takkan datang melihatmu begitu,
takkan ada yang bersungguh-sungguh, percayalah...
akan ku usir dan kubersihkan sgala sakit dari mu,
aku bersumpah, tidakkah kau tau arti dari sumpah ku?
Nice poem...
BalasHapus