Lagi-lagi aku melihat senyuman itu, senyum yang mulanya biasa saja terlihat luar biasa di wajahnya dengan mata yang menyipit efek dari senyumnya sedari tadi. Aku yakin sekali, kali ini ia telah menerima kabar yang menyenangkan hatinya, tapi membuatku gusar dan slalu menduga- duga, apakah hal yang menyenangkan itu takkan berimbas kepadaku? Aku mulai khawatir dengan nasibku. Perlahan- lahan aku mulai menenangkan diri dan meyakinkan diriku akan baik- baik saja setelah menerima kabar yang menyenangkan untuknya dan menghancurkan hatiku, aku kuat ya Allah, aku yakin ini yang terbaik.....
Sudah kuduga bila ia tak menghampiriku seperti biasa di ruangan dengan lorong- lorong buku yang penuh debu ini berarti akan ada hal buruk yang menimpaku, aku terus menatapnya berharap ia melihat kearah ku dan membagi sedikit senyumnya kepadaku, ku tunggu ia menghampiriku mengabarkan kebaikan kepadaku, tapi tidak, ia berjalan dari pintu penuh cahay itu kearahku, dan pura- pura tak melihatku. Aku sudah menduga itu !!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar