Ia seperti acuh tak acuh, pandai sekali menyembunyikan kepeduliannya terhadap ku, tapi sepandai apapun ia sembunyikan , setiap orang tau itu, hanya aku ! hanya aku yang tak mengerti dengan sikapnya. Jika aku salah maka tegurlah aku.
Masih menjadi misteri bagiku mengapa sampai saat ini masih saja ia bertahan dengan keangkuhannya, atau mungkin memang hanya aku yang merasakan kesalahpahaman ini, aihhh serasa malu dan semacam kesedihan.
tapi semacam apapun ia sembunyikan aku merasakan kalau itu semua hanya untukku, untuk ku seorang dan bukan orang lain, haha.. atau memang mungkin aku yang menjaga agar itu bukan untuk orang lain selain aku???ohh sudahlah, yang jelas itu semua untukku, titik
meski tak terkatakan semoga ia tau, senyum ini untuk ia yang membuat ku serasa menumbuhkan sayap di bawah ketiakku, dan beberapa waktu kemudian akan timbul sungut kebencian dari raut wajahku, MENGAPA????? Mengapa harus seperti ini????? Jika aku yang salah maka maafkanlah.
atmosfer persaingan dari lubuk hati smakin terasa, walau silih berganti tapi, sungguh di sayangkan persaingan ini hanya aku yang rasa, aku bersaing dengan “nya” tanpa sepengetahuan”nya”, atau mungkin memang aku tlah kalah sebelum berperang! aku memohon, jika lampu jalan itu memanggil ia, maka jangan hiraukan lampu jalanan itu, langkahkan kaki mu secepat mungkin ke arahku !!!
Belum terang kota ini, aku tlah berucap “ aku menyerah”
tapi jika lampu jalanan itu hanya sebagai penerang jalanmu untuk menujuku, maka...
aku percaya gemerlapnya sungguh goyahkan mu..
makin mantap tulisannyo msh, keep posting
BalasHapus*ayyee.. makin semangat :D
BalasHapus