Entri Populer

Minggu, 06 Juli 2014

PEYEMPUAN

nama ku rinjani, aku kuliah disalah satu universitas negri disini, dikota yang telah setahun ini ku hirup udara nya, dan ku nikmati terik mentarinya. dulu kota ini adalah tujuan utama ku setelah tamat SMA, tapi ekspektasi tak selalu sesuai dengan realita yang di dapat, aku bahkan mengutuk kota ini sepanjang setahun terakhir ini , tepatnya semenjak dia tak lagi menjadikan aku tujuannya.
                                                               ***
sedari tadi aku hanya sibuk memandangi secangkir kopi yang ku pesan, aku duduk di salah satu sudut kave tempat favorite ku akhir-akhir ini, lamunan ku berjalan dan sampai ke waktu setahun yang lalu, ku hembuskan nafas ku yang terdengar berat perlahan.
" seharusnya aku tak begini " ucapku lirih pada diri sendiri.
tiba-tiba bahu ku terasa berat dan hangat, aku segera menoleh kebelakang berharap tak ada ancaman yang berbahaya dari sana.
" hai.." sapa pemuda berbaju kemeja kotak kotak lengan panjang yang lengan nya di gulung sesiku dan celana pendek dibawah lutut memakai sendal seadanya. ahhh pemuda itu memang selalu mempesona bagi ku. nama nya gandi, dia adalah alasan ku sampai di kota ini, dan dialah penyebab aku mengutuk ngutuk tempat indah ini.
" hai.silahkan duduk." ucapku, berusaha menghilangkan kegugupan ku, agar tak tampak olehnya.
" sudah lama ya? maaf ya, tadi macet" ucapnya dengan senyum tipis yang sangat ku hafal.
"enggak kok, aku juga baru sampai" kali ini aku berbohong, aku sudah disini sejak dua jam yang lalu, tepatnya setelah dia meminta ku untuk bertemu.
"sudah lama ya kita gak ketemu, kamu apa kabar? " ucap gandi masih dengan senyumannya yg hangat.
" baik, hehe," tertawa ku terdengar seolah sedang dipaksakan. ahhh.. rasanya aku mau pergi saja dari sini, pemuda ini pasti sudah merasakan ketidak wajaran dari setiap gerak gerik ku. matanya terus menelusuri setiap sudut mata ku.
" bagaimana kuliahnya rinjani?" ucap gandi. bagi ku, ucapan nama lengkap ku dari mulutnya terdengar asing. dulu kami tak pernah memanggil satu sama lain dengan sebutan nama. ah.. semua memang sudah berubah.
" ya begitulah, kadang asik, kadang membosankan, ya ampun,,,maaf aku lupa, aku ada janji. aku gak bisa lama-lama. aku pergi dulu ya" otak ku langsung berfikir keras untuk mencari alasan agar aku keluar dari tempat ini, semoga saja dia tak menyadarinya. 
                                                              ***
tubuhku kubiarkan terbenam dalam pelukan selimut, dengan mata yg terpejam aku asik mengenang dan berdebat dalam diam tentang kejadian tadi siang, dengan sesekali hembusan nafas yang panjang keluar dari mulut ku, rasa nya hati dan pikiran ku mau pecah,, 
"yang benar saja, apa aku sudah gila?  gandi gak mungkin merindukanku, pertemuan tadi hanyalah sebuah kewajaran dengan basa basi seadanya. ah iya.. itu hanya basa basi, tapi untuk apa dia sibuk berbasa-basi? mungkin saja dia sedikit merindukan ku, aahh iya.. hanya sedikit, lagian semua sudah berakhir, sedikitpun takkan berarti. tapi aaaaaaa... betapa bodohnya kamu rinjadi, kenapa tadi gak nanya?gandi tak mungkin mengajak mu bertemu kalau tidak ada sesuatu yang penting. mungkin saja sebentar lagi gandi akan menelpon? dasar bodoh, kamu pikir kamu siapa? mngapa gandi harus menelpon mu?sudahlah rinjani, lebih baik kamu tidur..
                                                                 ****





Tidak ada komentar:

Posting Komentar