Entri Populer

Selasa, 10 Juni 2014

Tentang kamu, dan es krim kesukaan mu.

ini adalah hari kelima aku memperhatikannya dari sisi yang tak terlihat olehnya, aku memperhatikan setiap sudut dari wajahnya yang terlihat sangat menikmati es krim rasa coklat vanila yang selalu ia pesan pada pelayan cafe. hujan rintik- rintik di luar tidak mengurungkan niat ku untuk memesan semangkok es krim yang sama dengan perempuan yang sedari tadi ku perhatikan itu. aku memutuskan untuk menyukai es krim coklat vanila seperti kesukaanya. perempuan itu, entah siapa namanya, ia sedang memakai baju warna pink lengan panjang dengan rok crem, wajah nya tampak bulat dibingkai oleh jilbab crem polos. dari sini aku bisa melihatnya dengan jelas, sesekali ia tersenyum memperhatikan layar ponsel nya, ah mungkin saja dia sedang... aku tak mau memikirkan yang tak ingin ku pikirkan.
                                                             ***
aku tak menemuinya ditempat biasa ia duduk, perempuan itu dimana? seharusnya ia sudah duduk di sebelah sana, di tempat ia biasa duduk menikmati semangkok es krim kesukaanya, aku menelusuri setiap sudut ruangan yang tidak terlalu ramai ini dengan kedua mata ku, aku melangkah menemui salah satu pelayan di cafe itu.

" maaf mbak, saya mau nanya, perempuan yang biasa duduk disini, yang biasa pesan es krim, apakah sudah datang? " 
" oh..mbak tasya, belum mas, hari ini saya belum liat mbak tasya, mungkin sebentar lagi" pelayan itu tersenyum sambil berjalan menuju kepengunjung lainnya.
" ooooh jadi namanya tasya, oke aku akan tunggu.." ucap ku dalam hati.

aku masih sibuk melirik pintu utama cafe yang sedari tadi terbuka dan tertutup oleh pengunjung cafe. aku berharap wajah yang ku cari-cari segera datang. kali ini aku harus bisa berkenalan dengan perempuan itu. perempuan yang setiap malam membuat ku menyesali sepanjang hari ku, karena tak berani berkenalan atau sekedar menyapanya memberi sedikit senyuman. aku selalu gugup setiap kali ingin melangkahkan kaki ku untuk mendekatinya, jantung ku yang berdetak begitu kecang seolah-olah ia sudah berlari puluhan kilometer. 

Akhirnya yang ku tunggu pun datang, kali ini ia menggunakan kemeja coklat bergaris-garis merah dengan rok maroon, wajahnya yang terbingkai oleh jilbab maroon tampak tersenyum kearah ku beberapa detik dan akhirnya mengarahkan pandangan nya pada meja tempat memesan es krim kesukaannya, aku berjalan mengiringi nya dari belakang, berusaha untuk memacunya agar kami bisa berjalan beriringan, sesampai dimeja tempat memesan es krim aku segera memesan 2 es krim untuk ku dan untuknya.
 
"dua es krim coklat vanila nya ya mas, satu untuk saya, dan satu lagi untuk mbak yang disebelah ini" kata ku kepada pelayan dan melirik perempuan yang melihat ku dengan wajah bertanya, senyum nya sedikit dipaksakan, dan ah entahlah, aku tak berani menatapnya lama-lama. aku hanya tersenyum seramah mungkin, dan segera mengarahkan pandangan ku kepada pelayan yang sibuk mengambilkan pesanan kami, jantung ku sungguh tak bisa dikendalikan.
" maaf mas, kenapa memesankan untuk saya?" kata perempuan disebelah ku, dengan senyum nya yang sudah sangat ku hafal.
aku hanya mampu tersenyum kearahnya, tanpa terfikirkan jawaban yang pantas untuk pertanyaannya. otak ku begitu buntu dan tak berkerja disaat- saat seperti ini. hingga akhirnya pesanan yang tadi ku pesan sudah berada dihadapan kami berdua, aku segera mengeluarkan dompet ku, tapi perempuan yang dari tadi menatapku dengan wajah heran telah lebih dulu menyodorkan uang nya. dan mengambil es krim dihadapannya.
" terima kasih ya mas" ucapnya tersenyum melangkah meninggalkan ku, menuju tempat yang biasa ia duduki.
 aku segera menyusul nya, dengan menggengggam semangkok es krim ku. 
" boleh duduk disini?" ucapku menunjuk kursi yang berhadapan dengan kursi yang ia duduki.
" boleh, silahkan mas", sambil tersenyum.
senyum nya kembali membuat jantung dan otak ku tak karu-karuan. tiba-tiba ponsel nya berbunyi membuat nya mengalihkan senyumannya dan memperhatikan tas tempat dimana ponsel nya berdering, ia melihat layar ponselnya dengan tersenyum tipis dan segera meletakannya ditelinga.
" halo sayang, ada apa? iya? aku lagi d cafe biasa, apa? iya nanti aku kesana, nanti aku ceritain, dahhh..." ia, menutup ponsel nya dan meletakan kembali ke dalam tas yang berada disampingnya.

 aku menatapnya tak percaya ditengah-tengah pembicaraan nya dengan orang yang diujung telpon sana, aku tlah patah hati. aku tak berani melihat nya lagi, aku hanya sibuk menghabiskan es krim yang ada di hadapan ku, aku tak peduli ia melihat ku dengan terheran-heran menghabiskan es krim ku dengan buru- buru. 

"aku harus pergi, terimakasih atas es krim nya" aku memaksakan senyumku agar tak terlihat aneh dihadapannya, ia masih menatapku dengan wajah yang terheran-heran.
"tapi,... " ucap tasya.
belum sempat ia melanjutkan perkataan nya, aku sudah melangkah pergi meninggalkannya, aku tak ingin ia melihat ku patah hati seperti ini dan terus menatapku dengan wajah yang terheran-heran. dengan percakapannya di ponsel tadi sudah cukup memberiku penjelasan untuk tidak berharap terlalu banyak padanya.

setelah beberapa menit ditinggalkan oleh laki-laki yang belum sempat ia tau namanya itu. tasya segera mengirim pesan singkat pada sahabat nya yang menelpon tadi." kamu tau? tadi laki-laki yang beberapa hari ini membuat ku sering ke cafe ini, duduk dihadapan ku"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar